Konsep biaya yang akan saya jelaskan adalah cara pencatatan transaksi dalam akutansi. Dimana konsep biaya tersebut sangat berguna untuk menentukan mana yang dicatat dalam jurnal akutansi.

Dalam konsep biaya, jumlah awal yang dicatat dalam pencatatan jurnal akutansi sesuai dengan harga pembeliannya atau sesuai dengan biayanya.

Untuk lebih memudahan dalam memahami konsep biaya tersebut, maka saya akan menjelaskan sebuah contoh kasus. Dalam contoh kasus ini saya menggunakan dollar ($) sebagai satuan mata uangnya agar lebih memudahkan.

Misalkan dalam pembelian sebuah gedung kantor perusahaan kita yaitu PT. INDOTIRTA UTAMA dan penjual gedung adalah SINARMAS PROPERTI. Pada kegiatan jual-beli tersebut terdapat transaksi sbb :

TRANSAKSI PEMBELIAN GEDUNG PT. INDOTIRTA UTAMA
Harga gedung yang ditawarkan SINARMAS PROPERTI ( 3 Jan 2013)  $     200.000
Penawaran pertama PT. INDOTIRTA UTAMA (29 Jan 2013)  $     170.000
Harga Pembelian (Deal tgl 15 Feb 2013)  $     180.000
 Perkiraan harga jika dijual kembali pada 31 Des 2016  $     240.000
Nilai gedung setelah pajak  $     230.000

Adapun pencatatan transaksi kedalam jurnal akutansi adalah sbb :

  1. karena kita menggunakan konsep biaya, maka PT. INDOTIRTA UTAMA mencatat pembelian gedung tersebut pada 15 Februari 2013. Adapun harga yang dicatat adalah $ 180.000 .
  2. Pada daftar diatas, terdapat perkiraan harga jika dijual kembali. Hal ini menunjukkan bahwa harga gedung tiap tahunnya naik sehingga kenaikan ini nantinya harus dicatat dalam jurnal akutansi. Pada daftar diatas diperkirakan jika gedung dijual kembali pada 31 Des 2016 harganya $ 240.000 . Namun, harga 240.000 dollar tersebut hanya perkiraan atau harga “pura-pura”.
  3. Dalam kasus ini, ternyata PT. INDOTIRTA menjual kembali gedung tersebut pada 3 Januari 2017. Dan setelah dijual ternyata harga jualnya bukan $ 240.000 melainkan $ 270.000 . meleset $ 30.000 dari perkiraan awal. Sehingga PT. INDOTIRTA mendapatkan profit $ 90.000. kenapa ? karena PT. INDOTIRTA beli gedung $180.000 dijualnya $270.000 . Sehingga, pada 3 Januari 2017 harus dicatat profit $ 90.000 tersebut ke jurnal. Pencatatan ini disebut juga dengan adjustment. Nanti akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Berdasarkan kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat barang-barang tertentu pada perusahaan yang memiliki pertambahan nilai atau penyusutan nilai. Seperti kendaraan (mobil, motor, etc) yang harga tiap tahunnya selalu menyusut (turun) dan harga gedung yang setiap tahunnya memiliki pertambahan nilai. Maka dalam akutansi penyusutan dan pertambahan tersebut harus dicatat.

Masih bingung, Kok bisa mengalami mobil dan motor mengalami penyusutan? Ya ! karena jika kita beli mobil seharga 200 juta pasti dua tahun kemudian saat kita jual pasti harganya akan turun. Misalkan menjadi 100 juta saja.

Begitupun dengan gedung,apalagi tempatnya strategis, maka tiap tahunnya juga harganya naik. Jadi misalkan diawal kita beli seharga 250 juta. Maka 5 tahun kedepan saat kita jual bisa menjadi 300 juta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *